''tuhan... ijinkan aku menangis ...''
cerita ini bermula dari kejadian belasan tahun lalu.entah berapa lama kenangan itu sudah terkubur dalam-dalam namun masih saja terkenang didalam fikiran. tuhan ... andaikan bisa hati kecilku berkata sebagaimana mulutku berbicara ,rasa inginnya aku untuk mengeluarkan semua keluh-kesahku yang tak berujung lelahnya.
ketika bulan ramadhan tiba,yang dinanti-nantikan oleh anak kecil adalah makanan setelah berbuka puasa.namun,lain halnya dengan saya. yang saya nanti-nanti adalah ayah dan ibu saya menikmati hidangan bersama saya.setelah keduanya hadir dihadapan saya,sayapun bisa makan dengan sangat lahap...
setiap hari,ketika mereka akan membangunkan saya untuk berbuka puasa,kepala saya dibelai lembut oleh ibu,kening saya dikecup ''sayang'' oleh ayah.mereka sangat berhati-hati dalam membangunkan saya.ketika selesai tadarus,saya selalu disambut senyuman didepan pintu menunggu sikecil (saya) yang masih lugu itu pulang ke rumah setelah membaca kalam-kalam ilahi bersama teman-teman dan ustad dimusholla.
beberapa hari dalam bulan itu berlalulah hari-hari bersejarah .kemudian mendekati hari yang dinanti-nanti okeh semua umat islam,kurang lebih tiga hari mendekati hari raya idul fitri ,ketika pulang dari musholla sehabis shalat idul fitri dan tadarus qur'an,saya melihat dua koper besar berisi tumpukan baju ayah dan ibu ketika masuk kedalam kamar,saya lihat ayah sedang tidur di atas ranjang sambil mendengarkan musik dangdut favoritnya.dan ibu,terlihat sibuk memasukkan barang-barang bawaannya ke dalam tas ,kardus,dan koper.
saya dekati ibu yang sedang membereskan beberapa barang.''ibu mau kemana?''tanyaku polos sambil memeluknya.
ibuku tersenyum manis sekali .''ayzi ... besok ayah dan ibu balik ke kalimantan ,ibu dan ayah mau kerja lagi dan cari uang yang banyak buat ayzi...''
saya menganggukkan kepala namun masih belum menyadari bahwa mereka akan kembali ke tempat yang jauh ... dari pandangan mata saya.
''besok bangunnya lebih awal ya sayang ... biar bisa nungguin ibu dan ayah .''pinta ibu sambil mengelus kepalaku.
''iya bu ''jawabku singkat sambil terus memeluknya.
ketika malam semakin larut,saya tak sadar tertidur dalam pelukan ibu.tanpa saya ketahui dan saya harapkan,waktu begitu cepat berlalu... entah kenapa saya bangun lebih awal dari orang-orang yang ada dirumah. saya menyiapkan segala keperluan untuk saur bersama keluarga.tiba-tiba,hati saya berdesir... rasa pilu tiba-tiba hadir. saya sadar,bahwa hanya menunggu hitungan jam saja,ayah dan ibu akan saling berjauhan lagi dengan saya namun,saya berusaha untuk tegar.
tak lama kemudian ,orang-orang di rumah bangun dan kami saur bersama dalam canda tawa terakhir,yang penuh warna. setelah adzan shubuh berkumandang.paman saiful yang biasa mengantar ayah dan ibu ke terminal,untuk kemudian menuju bandara juanda -surabaya . ia datang dan membawa barang-barang kemobil ayah kemudian menghampiri saya dan memberikan selembar uang berwarna hijau (dua puluh ribu) ketangan mungil saya yang pada saat itu pastinya menganggap nilai didalam selembar kertas hijau itu sangat banyak .''ayzi ... jaga diri baik-baik ya ... nggak boleh nakal ,nggak boleh tengkar sama teman... harus jadi anak yang baik dan sholehah... harus nurut sama nenek dan kakek, do'akan ayah dan ibu bisa dapat rejeki yang banyak agar bisa terus menafkahi putri kesayangan ayah dan ibu yang imuuut ini...''ucap ayah sambil mencubit pipi tembem saya.
saya tersenyum ,namun berlinang air mata.saya ingin menangis,namun saya tahu bahwa tangisan saya akan membuat keduanya bimbang untuk melangkah pergi meninggalkan saya.saya menunduk,ayah mencium kening saya ,kemudian memeluk tubuh kecil saya dengan erat.saya merasakan hembusan nafasnya.merasakan bagaimana cepatnya detak jantung ayah tercinta berpacu. kemudian,ibu saya menghampiri saya dan memeluk saya,kemudian mengecup sayang kening saya dengan penuh cinta.ibu juga berpesan seperti ini ''ayzi... ingat ya nggak boleh nangis... nanti kalau ibu dan ayah pulang kerumah ini lagi... ibu dan ayah akan belikan ayzi baju baru,makanan yang banyak dan enak,tapi ayzi nggak boleh nakal,harus rajin belajar,dan patuh sama kakek-dan nenek,patuh sama bapak ibu guru .''
ketika ibu melontarkan kata-katanya, saya hanya mampu mengangguk tanpa menjawab ''iya''.lidah saya rasanya kelu,tubuh saya rasanya kaku,dan hati saya rasanya pilu.menyadari,bahwa hari esok tidak akan ada lagi yang membangunkan saya dengan belaian lembut dan kecupan sayang sedamai mereka. ketika mereka mulai melangkah jauh,sayapun masuk kedalam rumah dan merebahkan diri di atas ranjang yang beberapa menit lalu,ditempati ayah sebagai tempat beristirahatnya.air mata saya terus mengalir namun, tiba-tiba saya bangkit,dan berlari tanpa alas kaki apapun mengejar mobil yang sudah mendekati batas akhir desa SAMBIRAMPAK KIDUL. saya berlari sekuat tenanga tidak peduli kakek saya yang sudah tua renta mengejar,saya terus berlari dan berteriak .''IBBBUUUUUUUUUU........ AYAAAAAHHHH...'' mobil tiba-tiba berhanti dan ibu langsung keluar dari mobil menghampiri saya,memeluk saya ,dan menatap saya dengan penuh iba.
''ayzi ... kan ibu sudah bilang nak .... ayzi nggak boleh nangis nanti imutnya hilang lho...''ucapnya lembut.
'' ayzi...hikss... ayzi ... ayzi...hiks ...hiks...''saya sesengukan belum pernah sehebat ini .'' ayzi mau ikut ibu,ayzi mau bareng-bareng sama ayah dan ibu.... ayzi nggak mau di tinggal ayah dan ibu lagi...''aku menangis sejadi-jadinya.kakek datang dan langsung berkata pada ibu.''sudah nak... berangkat sana ,biar nggak telat ... saya akan jaga cucu kesayangan saya dengan sepenuh hati saya... saya akan merawat dia sampai kamu datang kembali dan berhasil meraih cita-cita untuk mengangkat derajat keluarga.''
''tapi pak ...''ibu tidak tega memandangi saya yang terus menangis sambil memegang boneka berwarna biru pemberian ayah dan memegang erat sekali tangan ibu. beberapa orang suaadh mencoba melepasnya .namun,pegangan anak kecil seperti saya terlalu kuat.itulah kekuatan cinta dan naluri seorang anak yang telah lama menanti-nanti sosok ayah dan ibu disampingnya.
''sudah.... ayzi sayang, ayo lepaskan tangan ibu nak .''ucap kakek sambil menarik dengan keras tanganku.ibupun masuk kembali ke dalam mobil.dan mobil melaju cepat meninggalkan desa kelahirannya dan anak kesayangannya yang masih menatap sendu ke arah dimana mobil yang membawanya pergi melaju dan kemudian hilang di telan waktu.... andai boleh dari awal saya berani,berbicara,dan menangis.saya ingin memeluk ayah dan ibu saya sangat erat sehingga tak ada yang bisa memisahkan. ''tuhan ... ijinkan saya menangis ,memohon keselamatan,dan kebahagiaan untuk kedua orang tua saya di jauh sana... ijinkan saya tuhan.... agar menjadi seorang putri kesayangan yang mereka harapkan .RABBANA ATHINA FIDDHUNYA HASANAH WAFIL'AKHIRATI HASANAH WAQINA ADZABANNAR ,WALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN...''
#sahabat... itulah sepenggal dari hobby yang saya kembangkan sejak lama... mohon masukan dan saran yang membangun.... agar ide-ide saya menjadi lebih baik lagi. terimakasih... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar